Text
Buku Saku Upaya Pengendalian Primer, Sekunder, & Tersier Pada Sistem Reproduksi
Kesehatan reproduksi merupakan hal penting bagi setiap orang, pria ataupun wanita, namun wanita mempunyai organ yang lebih sensitif terhadap suatu penyakit, bahkan keadaan penyakit lebih banyak dihubungkan dengan fungsi dan kemampuan reproduksinya. Dalam konferensi yang diadakan di Kairo Mesir pada tahun 1994 tentang kependudukan dan pembangunan/ICPD (International Conference on Population and Development) diikuti oleh 180 negara menyepakati perubahan paradigma dalam pengelolaan masalah kependudukan dan penurunan fertilitas/keluarga berencana menjadi pendekatan terfokus pada kesehatan reproduksi serta hak reproduksi.
Konsep pencegahan pencegahan primer : terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor, meliputi : promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. Strateginya mencakup: imunisasi, pendidikan kesehatan, olah raga dan perubahan gaya hidup. Pencegahan sekunder: meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor.
Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance, mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensi- intervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian.
Pencegahan tersier : dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi- strategi pencegahan sekunder. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi, sehingga dapat mempertahankan energi. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer
Tidak tersedia versi lain